Kena Mental? Yang Bener Aja!
.
.
.
Kena Mental? Yang Bener Aja!
Kena Mental? apa itu kena mental?
Peforman tidak maksimal ketika menghadapi tantangan, kessulitan, kompetisi, dsb
Penampilan yang buruk bukan dikarenakan skill, melaiknan disebabkan tekanan mental dan emosional yang membuat seseorang tidak berkonsentrasi, kurang percaya diri, juga kesulitan berinisiatif.
Kira-kira, apa sih yang menyebabkan kita kena mental?
Fisik Biologis, Psikologis/Emosional, Sosial, dan religiusitas/spritual Menjadi faktor-faktor dari perubahan dan perkembangan pada remaja. Faktor-faktor terebut saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Misalnuya, perubahan fisik yang tterjadi pada masa pubertas dapagt mempengaruhi kondisi emosional remaja. Hormon yang berubah-ubah pada masa pubertas dapat memicu perubahan suasana hati, kecemasan, dan depresi. Selain itu, faktor-faktor sosial seperti lingkungan keluarga, teman sebaya, dan media sosial juga dapat memengaruhi kesehatan mental remaja.
Permasalahan terkait apakah yang sering terjadi pada remaja?
Kondisi yang mudah muncul pada remaja bisa menjadi permasalah bagi masyarakat maupun diri sendiri. Seperti pada masa remaja, remaja mudah memuncak atau meledak. Ledakan yang tertahan bisa menimbulkan efek negatif seperti diantaranya munculnya perilaku agresif, menarik diri dan tidak peduli, peningkatan emosi dari kondisi biasa. jika kedua hal ini mudah terjadi dan sering terjadi maka ini bisa menjadi sign(tanda) yang berbahaya.
ketika Emosi yang memuncak terlah termanifestasi maka yang terjadi adalah :
1. Nervous
2. Pelampiasan yang meledak
3. Suka berkelahi
4. tidak ada nafsu makan
5. Lari dari masalah
6. Kurang bergairah
Prinsip dalam mengelola konflik
1. Prinsip konsekuensi :
Bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan dan siap menerima konsekuensi dari tindakan tersebut.
2. Hukum Tanam-Tuai :
Menanamkan nilai-nilai positif dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.
3. Bersikap proaktif :
Mengambil inisiatif untuk menyelesaikan konflik sebelum menjadi lebih buruk.
4. Kematangan :
Menyelesaikan konflik dengan cara yang dewasa dan bertanggung jawab.
Memahami Karakter dan kepribadian diri
❖ Karakter adalah tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau
budi pekerti yang membedakan seseorang dengan
yang lain. Karakter bisa berarti watak, sedangkan
kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu
dalam bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain.
❖ Kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang
menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang
pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”.
❖ Dalam penggunaan istilah sehari-hari, karakter dapat
diartikan sama dengan kepribadian.
Mengenali diri: Langkah awal membangun konsep diri yang sehat
❑ Setiap orang perlu mengetahui dan memahami dirinya agar mampu
menumbuhkan dan mengembangkan kemampuannya. Setelah
seseorang mengetahui dirinya, maka terbentuklah sikap dan perilaku
dalam menentukan arah dan prinsip hidup yang diinginkan.
❑ Konsep diri merupakan pandangan seseorang mengenai dirinya
sendiri, baik fisik, psikis, emosi, maupun sosial.
❑ Konsep diri yang positif menjadikan seseorang memiliki harga diri
yang kuat.
❑ Konsep Diri seseorang bukan suatu yang langsung jadi, melainkan
diperoleh dan dibentuk melalui pendidikan, pengalaman serta
pengaruh lingkungan.
Konsep diri
Sikap, Ide, dan persepsi adalah hal yang dapat dikembangkan atau bahkan dibentuk. Berbeda dengan sifaff, 3 hal diatas masih dapat diubah dan dikembangan. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan 3 konsep diri diatas, beberapa diantaranya adalah pengalaman dengan lingkungan dan berinteraksi dengan orang yang berarti. Dengan melakukan 2 hal tersebut atribut yang diterima dari lingkungan akan dapat kita rasakan.
Pengalaman dengan lingkungan dengan mudah dapat mengubah siapa diri kita dan seperti apa diri kita akan menjadi sebagaimana lingkungan adalah hal yang paling penting dalam perkembangan manusia. Sementara, interaksi dengan orang yang berarti akan mengembangkan sikap, ide, dan persepsi kita ke tingkat yang lebih jauh. Orang-orang yang berinteraksi dengan kita adalah yang terpenting. interaksi mereka, pengaruh mereka, dan kehidupan mereka cukup untuk mengubah sikap, ide dan persepsi kita dengan drastis.
Semua Bisa Bersinar
● Aspek yang juga penting untuk menjadi remaja yang tangguh dan
cakap adalah efikasi diri.
● Efikasi diri merupakan keyakinan tentang apa yang mampu dilakukan
oleh seseorang (Schunk, 2012).
● Efikasi diri juga memengaruhi banyaknya usaha yang dikeluarkan,
keuletan, dan keterlibatan dalam proses belajar (dalam hal ini tidak
selalu berkaitan dengan akademik).
Sehat Mental
Sehat mental dapat didefinisikan sebagai keadaan sejahtera, dimana individu dapat menyadari kemampuan dirinya, mampu untuk menghadapi tekanan sehari hari, bekerja secara produktif dan penuh arti.
World Health Organization
(WHO), (2004)
Krisis
❑ Pengertian dari peristiwa krisis berbeda bagi setiap individu.
❑ Krisis merupakan insiden yang memberikan tekanan dan
pengalaman traumatis pada korbannya
❑ Krisis terjadi berdasarkan penilaian masing-masing individu
terhadap suatu peristiwa sehingga tidak bisa disamaratakan.
Mengapa perlu tahu tentang kesehatan mental?
❑ Mengetahui faktor resiko dan penyebab.
❑ Mengetahui pengetahuan dasar dan mengetahui
kapan pertolongan professional dibutuhkan
❑ Memfasilitasi pengenalan dan pencarian pertolongan
yang tepat.
Dukungan Psikologi awal adalah
“Serangkaian keterampilan dan pengetahuan yang
digunakan untuk membantu orang yang berada
dalam keadaan stress, sehingga mampu untuk
menjadi lebih tenang dan merasa didukung untuk
menghadapi permasalahan atau tantangannya
dengan lebih baik”
(International Federation of Red Cross and Red
Crescent
Societies Reference Centre for Psychosocial Support,
2020
● 6 Prinsip DPA (Lihat, Dengar, Beri kenyamanan, Hubungkan, Lindungi, Beri Harapan)
Apa yang dilakukan?
❑Lihat
1. Periksa keamanan.
2. Periksa apakah butuh bantuan gawat darurat.
3. Periksa apakah butuh bantuan dasar (Makanan/Minuman/Selimut, dll)
4. Cek reaksi stress.
❑Dengar
1. Berikan perhatian yang utuh.
2. Dengarkan kekhawatiran dengan sungguh-sungguh.
3. Tunjukkan kepedulian dan rasa hormat.
4. Beri tanggapan mendukung.
5. Jangan memaksa bercerita.
❑Beri Kenyamanan
1. Minta Izin.
2. Beri bantuan dasar yang dibutuhkan.
3. Biarkan mengekpresikan diri tanpa diintrupsi.
4. ingatkan bahwa ini bukan salahnya.
5. Lakukan kegiatan rutin harian.
6. Ajak melakukan teknik bernapas untuk menenangkan diri.
❑Hubungkan
1. Tetap bisa berkontak dengan orangtua/Significant others.
2. Hubungkan dengan wsanak saudara yang dikenal.
3. Berikan informasi yang dibutuhkan (Jika kita mengetahui)
4. Pastikan bisa mengakses pelayanaan yang dibutuhkan.
5. Bujuk ke layanan yang dibutuhkan.
❑Lindungi
1. Pindahlan benda berbahaya.
2. Pastikan lingkungan aman dengan pengawasan yang baik.
3. Tanyakan apakah dibutuhkan bantuan fisik yang belum diberikan.
4. Hindarkan dari hoax.
5. Bantu carikan informasi terkini yang akurat.
❑ Bangun Harapan
1. Mulai dari hal yang paling sederhana.
2. Tanyakan apa yang dirasa lebih nyaman/baik atau dirasa netral.
3. Diskusikan rencana tindakan untuk mencapai hal nyaman.
Bagaimana Penerapan DPA dalam beberapa situasi?
Setelah kita mengetahui Prinsip DPA. Mungkin, Beberapa dari kita masih belum begitu paham apa itu DPA, Bukankah begitu? DPA adalah Dukungan Psikologis Awal. Nah, DPA ini adalah sebuah metode untuk membantu seseorang dalam kondisi distres agar mereka merasa tenang dan didukung, Guna mengatasi tantangan atau permasalahan mereka dengan lebih baik. Setelah kita mengetahui DPA dan mengetahuinya. Tentu, kita akan bertanya-tanya seperti apa situasi yang dapat kita terapkan untuk melakukan DPA. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukan DPA dalam situasi sehari-hari:
●Ketika Anda melihat seseorang yang mengalami kecelakaan, bencana, atau kekerasan, Anda dapat menggunakan prinsip Lihat untuk menilai situasi, kebutuhan, dan reaksi emosi orang tersebut. Anda juga dapat memastikan keselamatan diri Anda dan orang lain sebelum memberikan bantuan.
●Ketika Anda mendengar seseorang yang mengeluh tentang masalahnya, seperti stres, depresi, atau patah hati, Anda dapat menggunakan prinsip Dengar untuk memulai percakapan, memberikan perhatian dan mendengarkan secara aktif, menerima perasaan atau emosi, menenangkan, dan membantu menemukan solusi.
●Ketika Anda ingin memberikan dukungan lebih lanjut kepada seseorang yang membutuhkan, Anda dapat menggunakan prinsip Hubungkan untuk membantu dengan mengakses informasi, menghubungkan dengan orang tercinta dan dukungan sosial, menangani masalah praktis, dan mengakses layanan dan bantuan lain.
Tapi perlu diingat bahwa DPA bukanlah terapi psikologis. melaikan sebuah pertolongan pertama pada kecelakaan versi luka Mental. DPA dapat membantu seseorang untuk merasa lebih baik dan mengurangi dampak negatif dari situasi yang sedang dialami. DPA juga dapat membantu Kita untuk peduli pada diri sendiri dan rekan Kita, denga bersiap-siap untuk membantu, mengatur stress, istirahat, dan refleksi.
Setelah Membaca ini. Semoga Apa yang telah kami sediakan bermanfaat dan memuaskan. Tentunya, Jika kalian sudah tahu tentang kesehetan-kesehatan mental dan sudah mengetahui preventifnya namun Anda tetap merasa tidak baik. Jangan takut untuk bercerita ke orang terdekat dan bahkan mencoba mendatangi seorang psikolog. Lebih baik sakit diawal daripada sakit selamanya! selalu ingat bahwa selalu ada orang yang peduli dengan anda dan kami, Sepaters. Ingin berterima kasih telah mempercayai Kami untuk membantu Anda.

0 Response to "Kena Mental? Yang Bener Aja!"
Posting Komentar